#Post Title #Post Title #Post Title
Sabtu, 08 April 2017

Six Sigma & Total Quality Management


Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh

Oke Selamat Datang lagii di Blog saya....😄 

Kangei No Dokusha hehe.....apa hayo artinya,cari sendiri ajaa deeh..:p

        
           Puji syukur kita kehadirat Allah Subhanahu Wata'alaa yang telah melimpahkan berbagai nikmat-Nya kepada kita semua,dan Alhamdulillah atas seizin-Nya saya dapat membuat tulisan saya ini hehe.

Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan tentang Six Sigma & Total Quality Management
seperti biasanya saya akan menjelaskan secara singkat dan jelas,dan saya akan menulis apa saja yang akan kita bahas sekarang

Pokok Pembahasan   :
           
                 1).Pengertian Six Sigma & Total Quality Manajement
                 2).Kelebihan dan Kekurangan Six Sigma & Total Quality Manajement

mungkin cukup 2 pokok pembahasan saja untuk saat ini,dan langsung saja saya akan bahas 👌

PENGERTIAN

Six Sigma
       
              Metodologi Six Sigma pertama kali di perkenalkan oleh Motorolla pada tahun  1987 oleh seorang Engineer yang bernama Bill Smith dan mendapat dukungan sepenuhnya oleh Bob Galvin sebagai CEO Motorola pada saat itu sebagai Strategi untuk memperbaiki dan meningkatkan proses serta pengendalian kualitas (Proses Improvement and Quality Control) di perusahaannya.
               Secara umum, Six Sigma adalah metodologi yang dipergunakan untuk melakukan upaya perbaikan dan peningkatan proses yang berkesinambungan atau terus menerus (Continuous Improvement).

SIX SIGMA berasal dari kata SIX yang berarti enam (6) dan SIGMA yang merupakan satuan dari Standard Deviasi yang juga dilambangkan dengan simbol σ, Six Sigma juga sering di simbolkan menjadi 6σ. Makin tinggi Sigma-nya, semakin baik pula kualitasnya. Dengan kata lain, semakin tinggi Sigma-nya semakin rendah pula tingkat kecacatan atau kegagalannya. 

      
       Strategi yang dilakukan Six Sigma adalah :
1. Fokus terhadap kepuasan dan kebutuhan pelanggan.
2. Menurunkan tingkat kecacatan(Reduce Defect).
3.Berkisar di diskitar pusat target.
4.Menurunkan variasi.

      Konsep dasar dari Six Sigma sebenarnya berasala dari gabungan konsep TQM(Total Quality Management) dan Statistical Proses Control(SPC) dimana kedua konsep tersebut berasal dari pemikiran -pemikiran para pakar seperti Deming,Ishikawa,Walter Shewhart,dan Crossby. Dalam perkmbangannya ,Six Sigma yang mulanya adalah sebuah metric berkembang menjadi sebuah Metodologi dan saat ini sudah menjadi sebuah Sistem Manajemen.


Dalam penerapan Six Sigma,target atas kecacatan atau kegagalan proses dikontrol didalam target 3,4 DPMO (Defects per Million Opportunities  atau Kegagalan per sejuta kesempatan) yang artinya dalam 1 Juta unit produk yang diproduksi hanya ada 3,4 unit yang cacat. Berarti perusahaan memproduksi produk dengan tingkat kepuasan pelanggan mencapai 99,9997%.




Kemudian ada beberapa jabatan dalam Six Sigma antara lain :

     1.Champion/Sponsor(Top Management).
     2. Master Black Belt.
     3. Black Belt.
     4. Green Belt.
     5. Team Members
     6. Proses Owner.

Pengetahuan tentang Statistik wajib dimiliki bagi orang yg menggunakan metodologi Six Sigma ini terutama pada posisi green belt,Black belt dan Master Black belt.
   
                                  
       Dan pada pembahasan berkutnya saya akan membahas TQM,apa itu TQM..?
TQM atau lebih dikenal dengan Total Quality Management merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada pelanggan dengan memeperkenalkan perubahan manajemen secara sistematik dan perbaikan terus-menerus terhadap proses,produk,dan pelayanan suatu oraganisasi.Proses Total Quality Management bermula dari pelanggan dan berakhir pada pelanggan pula.
      Konsep Total Quality Management berasal dari tiga kata yaitu total,quality,dan management.Fokus utama dari TQM adalah kualitas/mutu,Mutu sebagai tercukupinya kebutuhan (conformance to requirement).
Kata selanjutnya adalah total, yang dalam bahasa Indonesia sering dipakai kata menyeluruh atau terpadu. Kata total (terpadu) dalam Total Quality Management menegaskan bahwa setiap orang yang berada dalam organisasi harus terlibat dalam upaya peningkatan secara terus menerus.
Unsur ketiga dari Total Quality Management, adalah kata management, yang merupakan konsep awal dari TQM itu sendiri. Ada banyak definisi manajemen yang telah dikemukakan oleh para pakar. Secara etimologis, kata manajemen berasal dari bahasa Inggris management yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, dan pengelolaan.
Menurut Tjiptono, Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya. Singkatnya TQM merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan
berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa pelanggan puas terhadap barang dan jasa yang diberikan, serta menjamin bahwa tidak ada pihak yang dirugikan.
Total Quality Management (TQM) merupakan suatu konsep manajemen modern yang berusaha untuk memberi kan respon secara tepat terhadap setiap perubahan yang ada, baik yang didorong oleh kekuatan eksternal maupun internal organisasi. Dasar pemikiran peiunya TQM sangatlah sederhana, yakni bahwa cara terbaik agar dapat bersaing unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas yang terbaik. Oleh karena itu, Total Quality Management (TQM) merupakan teori ilmu manajemen yang mengarahkan pimpinan organisasi dan personilnya untuk melakukan program perbaikan mutu secara berkesinambungan yang terfokus pada pencapaian kepuasan para pelanggan

Oke..sepertinya cukup sampai disini dulu saja materi saya mengenai Six Sigma & TQM bagi para pembaca yg masih bingung mengenai materi diatas dapat bertanya di kolom komentar dan dapat pula memberikan kritik dan saran,dan tunggu materi-materi selanjutnya dari saya oke. 😉 

Sekian dan Terima Kasih....Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabaraktuh



[ Read More ]
Minggu, 19 Maret 2017

Manajemen Layanan Sistem Informasi

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh 



Selamat Datang di Blog saya....
             Ahlan wa sahlan hehe..Oke Kali ini saya akan memberikan sebuah artikel yang sangat menarik yaitu mengenai Manajemen & Layanan Sistem Informasi,Buat kalian yang belum tau apa sih pengertiannya?,apasih manfaat dan tujuannya?
Nah untuk itu saya akan menjelaskan secara singkat tapi jelas mengenai tema diatas
         
            Oke untuk itu saya akan menuliskan beberapa pokok yang akan dibahas 
                      a) Pengertian Manajemen & Layanan Sistem Informasi ?
                      b)  Manfaat Manajemen & Layanan Sistem Informasi ?
                      c) Peranan Manajemen & Layanan Sistem Informasi bagi lingkungan sekitar ?

Cukup 3 dulu itu aja yang akan saya bahas dalam Blog ini

DEFINISI 

Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu metode pengelolaan sistem informasi(SI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan SI terhadap bisnis perusahaan.
Manajemen Layanan Sistem Informasi berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti Six Sigma, ERP, dsb) Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan sistem informasi dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.
Manajemen Layanan Sistem Informasi umumnya menangani masalah operasional manajemen sistem informasi dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan software komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.
Manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi
Manajemen memiliki manfaat dalam pengembangan berbagai organisasi/instansi, baik swasta maupun pemerintah. Menurut T. Hani Handoko ada tiga alasan utama mengapa manajemen dibutuhkan.
  • Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, baik oleh pribadi maupun perusahaan.
  • Manajemen membantu keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
  • Adanya manajemen akan berguna untuk mencapai efisiensi dan efektivitas serta menjaga keseimbangan dari berbagai tujuan dan aspek.
Manajemen Layanan Sistem Informasi memiliki manfaat :
a.     Manajemen dalam layanan sistem informasi dapat membantu mencapai tujuan yang disepakati bersama dalam perusahaan.
b.     Adanya pendayagunaan Teknologi Informasi dalam kehidupan sehari-sehari untuk mencapai ke efektifan dan efesiensi dalam semua aspek.
c.      Dalam manajemen ini dapat menyeimbangi diantara tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Peranan Manajemen Layanan Sistem Informasi
Bagi lingkungan sekitar :
     1. Mendukung dalam bidang bisnis
Penggunaan nya dapat membantu pengerjaan bisnis yang berperan sebagai penunjang dalam kegiatan perusahaan. Biasanya penggunaan nya secara rutin karena dapat menyeimbangi ke efektifan dan efisiensi dalam produksi, melihat pasar dan menghitung keuntungan yang didapat.

     2. Pengambilan Keputusan Managerial.
Dalam layanan sistem informasi dapat berperan sebagai pengambil keputusan yang ringkas. Membantu manager dalam sebuah perusahaan menjalankan proses bisnis yang telah ditetapkan.dan membantu para manajerial mengetahui kecenderungan dan dapat mengevaluasi yang diperoleh dengan menyatakan dengan suatu keputusan yang tepat,cepat dan kompetibel. 


    3.  Keunggulan Strategis perusahaan
Peranan dalam strategi layanan sistem informasi dapat membantu peningkatan strategi perusahaan dalam mengembangkan di sektor internal maupun eksternal perusahaan. Dengan mengedepankan efesiensi dan efektivitas penyelesaian nya.

    4.  Meningkatkan strategi yang sudah ada dengan suatu layanan secara global
Berperan sebagai layanan sistem informasi yang dapat mendukung suatu peningkatan strategi yang ada serta menambahkan strategi baru yang mampu mengimbangi strategi yang sebelumnya ditetapkan.
   
     5. Pengawasan tingkat menengah setelah pengawasan secara manual
Layanan sistem informasi dapat berperan sebagai pengawasan ekstra atau tambahan sebagai backup seluruh data di perusahaan.

   6. Perencanaan strategi perubahan dan kebijakan (mengetahui selera konsumen, peluang pasar di tempat lain)
Mampu merencanakan strategi dengan baik dalam mengetahui selera konsumen, peluang-peluang yang ada secara merata dan menyeluruh.

              Oke sepertinya sudah saya jelaskan dengan singkat dan jelas 😁😁😁😁😁...
Semoga saja tulisan saya bermanfaat bagi kalian meskipun tidak semuanya pure tulisan saya sendiri,karena saya mengambil dari blog sebelah....

 Terus semangat buat para pembaca dan teruslah membaca dan jangan pernah bosan untuk mencari ilmu.💪💪


Sumber :
https://nuniknoviani.wordpress.com/2016/03/22/manajemen-layanan-sistem-informasi/

[ Read More ]